Sore ini, Gaga Si Gajah akan mengajak Ruru Si Rusa dan Rara Si Burung Dara bermain bulutangkis di depan rumahnya. Tak lupa, ia menyiapkan perlengkapan seperti: raket, kok, kaos dan celana olahraga, sepatu serta net.
Setelah Ruru dan Rara datang, mereka mulai mengatur arena permainan. Mula-mula, mereka membuat net. Fungsinya untuk membatasi daerah permainan dengan bentuk seperti jaring-jaring.
Tak lama kemudian, net pun jadi. Permainan pun dimulai.
Gaga memberikan pukulan. Rara menerima dengan tangkisan terbaiknya. Gaga pun tak kalah cerdik, membalasnya dengan pukulan smash! Tapi Ruru sigap menghalau, membuat Gaga sedikit kecewa.
Di tengah-tengah permainan, Gaga merasa kewalahan. Sebab, menurutnya permainan ini tak sebanding, yakni dua lawan satu.
“Hei, harusnya kita cari satu pemain lagi! Aku sangat kewalahan!” ucap Gaga seraya duduk di teras rumah.
“Panggil saja Nubee, dia kan suka sekali main bulutangkis. Dia juga jago lho?” timpal Rara.
“Benar juga kata Rara, Ga. Ayo, kita cari Nubee. Biasanya dia ada di taman!"
Namun, saat mereka hendak bergegas, tiba-tiba Gaga melihat Nubee melintas.
“Teman-teman, itu dia Nubee!” seru Gaga sambil menunjuk Nubee di seberang jalan.
“Nubee, kemarilah!” panggil Rara.
Nubee pun segera menghampiri mereka. Dia tampak bersemangat saat diajak bermain bulutangkis. Sebab itu adalah permainan yang sangat disukainya.
Nubee resmi bergabung. Gaga terlihat sangat senang karena sekarang formasi sudah lengkap. Dua lawan dua! Permainan pun berlanjut. Kedua tim sama kuat, meskipun tim Nubee lebih unggul, tapi tim Gaga mampu mengimbangi.
Tiba-tiba—saat hendak melakukan smash, Rara merasa ada yang aneh dengan sepatunya. Setelah dilihat, ternyata sepatunya rusak. Dia sangat sedih.
Permainan pun terpaksa dihentikan.
Nubee yang melihat salah satu sahabatnya sedih, akhirnya menemukan suatu ide.
“Bagaimana kalau kita belikan sepatu baru untuk Rara!” bisik Nubee sambil merangkul Ruru dan Gaga agar tak terdengar oleh Rara—yang terduduk lesu di teras rumah Gaga.
“Wah ... ide yang bagus, Nubee. Aku setuju,” ucap Ruru.
“Aku juga setuju, Nubee.”
“Oke, besok kan hari Minggu. Nah, kita beli sepatu di Cibaduyut saja.”
Cibaduyut sendiri merupakan salah satu sentra produksi kerajinan sepatu di Bandung, Jawa Barat. Tak heran, wisatawan yang berkunjung ke Indonesia selalu menyempatkan waktu mereka ke tempat ini.
Gaga, Ruru dan Nubee menghampiri Rara yang masih terlihat murung. Mereka berusaha menghiburnya. Di sela-sela itu, Nubee tersenyum. Besok, dia dan ketiga sahabatnya sepakat mengumpulkan uang untuk membeli sepasang sepatu baru buat Rara. Rara pasti senang sekali, batinnya.
Dimuat di Kompas Klasika edisi Minggu, 30 Juni 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar